{"id":99480,"date":"2022-08-26T00:00:00","date_gmt":"2022-08-26T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mwc-cmm.org\/stories\/jesus-message-of-resilience-and-liberation\/"},"modified":"2024-12-16T02:27:54","modified_gmt":"2024-12-16T02:27:54","slug":"pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/","title":{"rendered":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan"},"content":{"rendered":"<p><em>Bacaan Alkitab: Matius 5:3-20&nbsp;<\/em><\/p>\n<p>Pada bulan Juni tahun 1981, keluarga kami pindah ke Cochabamba, Bolivia, di mana orang tua saya bertugas untuk mengajar di salah satu seminari Baptis dimana institusi ini menginginkan lebih banyak masukan dari Anabaptis seperti ayah saya.&nbsp;<\/p>\n<p>Saat kami tiba di sana, Bolivia berada di titik yang sangat penuh riak dalam sejarah negara tersebut. Pada bulan Juli tahun 1980, Luis Garc\u00eda Meza, seorang komandan tentara Bolivia, memimpin kudeta, dan memulai rezim brutal bergaya Pinochet. Meza hanya memerintah selama sekitar 13 bulan: karena tekanan dari masyarakat internasional, ia terpaksa mengundurkan diri pada Agustus 1981. Temannya dan sesama jenderal angkatan darat, Celso Terrelio, menggantikan Meza dengan aturan yang hampir sama represifnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Seperti diktator lainnya, Garc\u00eda Meza memunculkan \u201cdaftar buku terlarang.\u201d Langkah ini merupakan upaya untuk memadamkan apa saja yang berpotensi mempengaruhi pemikiran orang, yang juga dapat berpotensi menantang kekuasaannya. Menariknya, Meza memasukkan  Matius pasal 5-7 \u2013 tentang Khotbah di Bukit \u2013 dalam \u201cdaftar buku terlarang\u201d.&nbsp;<\/p>\n<p>Masalah timbul, tentu saja, karena ayah saya harus mengajarkan kitab Matius. Hal ini menyebabkan banyak perbincangan penting di dalam seminari. Akankah mereka mendengarkan pemerintah dan fokus pada kitab-kitab lain dari Alkitab? Apakah mereka  tetapa mengajar kitab Matius tetapi melewatkan ketiga pasal ini?&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka akhirnya memutuskan untuk meminta orang asing untuk mengajar materi tersebut (termasuk Khotbah di Bukit)!&nbsp;<\/p>\n<p>Tetapi keputusan ini mendatangkan risiko, terutama karena pemerintah Meza secara aktif membungkam suara orang-orang yang dianggapnya menantang narasi yang ingin ditanamkannya. Faktanya, kepala keamanan pemerintahan Meza, Kolonel Luis Arce yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri memperingatkan semua orang Bolivia, bahwa mereka yang menentang rezim pemerintahan ini dengan mengatakan bahwa mereka \u201charus berjalan dengan surat wasiat bagi keluarganya di tangan mereka!\u201d&nbsp;<\/p>\n<p>Mengapa seorang diktator ingin melarang tiga pasal dalam Alkitab ini? Mengapa dia menganggap pasal-pasal tersebut mengancam kekuasaannya?&nbsp;<\/p>\n<p>Sebenarnya ada interpretasi Khotbah di Bukit yang tidak menantang kekuasaan.&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika saya dan istri saya melayani sebagai pendeta untuk kaum muda, 700 Club, adalah sebuah program televisi Amerika yang disiarkan setiap hari di layar televisi termasuk di daerah kecil kami di selatan Ontario (Kanada). Acara ini ditayangkan sejak tahun 1966, acara ini menggambarkan dirinya sebagai \u201cprogram berita\/majalah yang memiliki variasi dan sebuah bentuk acara untuk ditayangkan di pagi hari\u2026. Acara ini juga menampilkan laporan investigasi mendalam\u2026[dan] mencakup peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhi bangsa kami dan dunia.\u201d&nbsp;<\/p>\n<p>Suatu hari, karena penasaran, saya menonton sebuah program dalam acara tersebut yang berfokus pada Matius 5:13-16.&nbsp;<\/p>\n<p>Apa yang saya lihat cukup mengagetkan saya adalah penjelasan pembawa acara ini tentang cara dia menafsirkan pernyataan kategoris dalam Matius yang seolah-olah saat itu dia berbicara kepada orang Kristen Amerika.&nbsp;<\/p>\n<blockquote>\n<p>Kamu adalah garam dunia &#8230; Kamu adalah terang dunia &#8230;&nbsp;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Orang Amerika, katanya, memiliki kewajiban untuk berbagi tentang bagaimana cara hidup orang Amerika. Cara hidup Amerika yang telah ditahbiskan Tuhan ini adalah yang penekanannya pada kebebasan, kemakmuran ekonomi, dan tentu saja demokrasi yang dapat dijadikan contoh kepada seluruh dunia, menurut pembawa acara ini. Ia menawarkan dan menyarankan bahwa harapan Amerika dapat memberikan rasa dan cahaya bagi seluruh dunia.&nbsp;<\/p>\n<p>Program acara ini menunjukkan betapa mudahnya menafsirkan Khotbah di Bukit, dan kisah alkitabiah lainnya secara gampang, sebagai ekspresi dari Manifest Destiny (Perwujudan Tujuan Akhir), yang merupakan produk nasionalisme itu sendiri. Kegigihan misionaris Barat, menurut catatan mendiang misionaris Afrika Selatan David Bosch, mengasumsikan keunggulan budaya Barat dan bahwa Tuhan telah memilih negara-negara Barat sebagai pembawa standar.<span style=\"font-size:10px\">1<\/span> \u201cNegara-bangsa,\u201d ia berpendapat, \u201cmenggantikan gereja yang suci dan kerajaan suci.\u201d<span style=\"font-size:10px\">2<\/span>&nbsp;<\/p>\n<p>Kelly Brown Douglas \u2013 seorang teolog wanita kulit hitam dari Amerika Serikat \u2013 menggambarkan pola pikir seperti ini sebagai \u201ceksklusifisme Amerika\u201d, yang tumbuh dari benih mitos kulit putih, Protestan, Anglo-Saxon. \u201c\u2018Kota di atas bukit\u2019 yang dibangun oleh orang-orang Amerika awal,\u201d katanya, \u201ctidak lain adalah bukti chauvinisme Anglo-Saxon,\u201d<span style=\"font-size:10px\">3<\/span> yang membentuk demokrasi melalui persepsi tertentu tentang bagaimana negara harus terstruktur yang didefinisikan oleh ras;<span style=\"font-size:10px\">4<\/span> dampak yang terus kita lihat sampai hari ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagian dari masalah \u2013 seperti yang sering didengar oleh mahasiswa saya di universitas \u2013 adalah kecenderungan untuk tidak mempertimbangkan konteks sosial-politik atau konteks sastra ketika membaca dan menafsirkan Kitab Suci. Pembawa acara 700 Club, misalnya, menganggap \u201cKamu\u201d dalam kalimat \u201cKamu adalah garam dunia&#8230; Kamu adalah terang dunia&#8230;\u201d untuk menyebut dia dan\/atau orang Kristen Amerika sebagai orang Amerika.&nbsp;<\/p>\n<p>Tetapi, jika kita memperhatikan teks dan alur kata-kata Yesus, kata \u201ckamu\u201d mengacu pada bagian terakhir dari Ucapan Bahagia: \u201ckamu yang dianiaya karena Aku\u201d (Matius 5:11). Kata \u201cKamu\u201d itulah yang akan berfungsi sebagai garam dan terang bagi dunia ini.<span style=\"font-size:10px\">5<\/span> Hal ini mengubah bagian ayat ini menjadi alat revolusioner dan subversif.&nbsp;<\/p>\n<p>Yesus sangat pintar dalam gaya khotbahnya. Perhatikan bagaimana Yesus menyoroti dengan logika yang berbeda. Mereka yang \u201cdiberkati\u201d adalah mereka yang biasanya tidak dianggap penting dalam masyarakat (miskin, lemah lembut, murah hati). Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah terpikirkan (mereka yang berduka, mereka yang suci hatinya, mereka yang membawa damai).<\/p>\n<div style=\"text-align:center\">\n<figure class=\"image\" style=\"display:inline-block\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" height=\"281\" data-src=\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\" width=\"500\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 500px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 500\/281;\"><figcaption>Sunderland Mennonite Church, Dhamtari Photo: Supplied<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p>Tetapi orang-orang yang terlupakan dan tak terduga inilah yang justru orang-orang yang Yesus soroti sebagai contoh sebagai apa artinya berbahagia dan diberkati! Semangat yang dimiliki oleh orang miskin adalah suatu berkat karena orang miskin mengerti apa artinya solidaritas satu sama lain. Mereka yang lapar dan haus akan kebenaran atau keadilan melihat dan memahami keinginan Tuhan agar manusia hidup dalam hubungan yang benar satu sama lain, dengan ciptaan dan dengan Tuhan. Ini adalah ciri-ciri Kerajaan Allah. Ingatlah bahwa jenis berkat yang Yesus bicarakan bukanlah sesuatu yang pasif yang diterima begitu saja, melainkan aktif dan mendorong orang untuk bangkit dan bergerak. Ucapan bahagia ini menyoroti logika alternatif yang bergerak menjauh dari keinginan untuk melihat diri kita sebagai \u201cyang luar biasa\u201d, karena hal itu akan menggantikan Tuhan yang merupakan sumber segala kekhususan, yaitu rasa asin, dan cahaya bagi dunia dunia kita.&nbsp;<\/p>\n<p>Sepertinya Yesus tidak mendorong kita untuk menentukan siapa garam dan siapa bukan garam, atau siapa terang dan siapa bukan terang. Sebaliknya, Yesus membuat pernyataan kategoris ini sebagai cara untuk menggambarkan ketika seseorang melayani sebagai garam dan terang; ketika seseorang mewujudkan logika alternatif Yesus.&nbsp;<\/p>\n<p>Terlebih lagi, penggunaan kata \u201ckamu\u201d oleh Yesus \u2013 \u201ckamu adalah garam dunia\u2026 Kamu adalah terang dunia\u2026\u201d \u2013 menjauh dari pemahaman individual dan menyoroti sifat kebersamaan dalam klaim ini. Seperti yang dicatat oleh ahli Perjanjian Baru Douglas Hare, \u201cKamu adalah garam, ya, tetapi untuk bumi, bukan untuk dirimu sendiri. Demikian juga kamu adalah terang, tetapi untuk seluruh dunia, bukan untuk persekutuan yang tertutup.\u201d<span style=\"font-size:10px\">6<\/span>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKomunitas secara keseluruhan ditantang untuk memenuhi misi bersama sebagai garam dan terang bagi dunia\u2026. Itu adalah salah satu yang harus kita kerjakan bersama.\u201d<span style=\"font-size:10px\">7&nbsp;<\/span><\/p>\n<p>Ketika kita mengadopsi logika alternatif Yesus sebagai visi kita dan merangkul perjalanan komunal kita untuk berpartisipasi di dalamnya, kita membebaskan diri kita dari narasi yang menghancurkan, merendahkan, mengeksploitasi dan meniadakan. Dengan kata lain, kita mendengarkan suara mereka yang tertindas, miskin dan terpinggirkan dengan tepat agar kita dapat mendengar seruan Tuhan. Banyak hal tidak terjadi sebagaimana mestinya; kita harus terus berjuang untuk memperbaiki keadaan itu. Logika Yesus menantang narasi yang orang lain ributkan, yang tidak hanya mencari perhatian kita, tetapi juga kesetiaan kita.&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam menghadapi narasi-narasi lain seperti ini, yaitu narasi-narasi yang berusaha untuk mempertahankan \u201ceksepsionalisme\u201d, menyebabkan ketidakadilan, dan menciptakan sistem yang menindas, kita harus menjelmakan politik emansipatoris. Istilah dari Jacques Ranci\u221a\u00aere (seorang filsuf Prancis) ini berarti suatu bentuk politik yang memecah dan mengacaukan \u201capa adanya saat ini\u201d dengan \u201capa yang dapat terjadi\u201d. Dengan kata lain, politik emansipatoris ini menantang sistem yang melanggengkan kematian, peniadaan, dan kekerasan, dan berjuang untuk mengungkap kemungkinan-kemungkinan untuk dapat menjadi tempat sandaran, dan menegaskan kembali lembaga politik alternatif yang mewujudkan masa depan yang diinginkan Tuhan di dalam dan untuk dunia ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Di akhir pengajaran tentang kitab Matius di seminari Baptis di Bolivia, ayah saya bertanya kepada mahasiswanya, apakah Luis Garc\u00eda Meza, seorang diktator Bolivia, dapat dibenarkan saat melarang kitab Matius pasal 5-7. Semua siswa menjawab dengan tegas \u201cya!\u201d Karena pasal-pasal ini memberikan benih-benih logika revolusioner yang akan menantang pemerintahan Meza \u2013 atau diktator mana pun.&nbsp;<\/p>\n<p>Yesus mengundang kita untuk berpartisipasi dalam komunitas yang dipanggil untuk secara tangguh mewujudkan logika pembebasan subversif dan revolusioner yang Yesus ajarkan dalam dunia kita.&nbsp;<\/p>\n<p><em>\u201a\u00c4\u00eeAndrew G. Suderman adalah sekretaris Komisi Perdamaian, Asisten Profesor Teologi, Perdamaian, dan Misi di Eastern Mennonite University, Harrisonburg, Pennsylvania, dan Direktur Kemitraan Global Mennonite Mission Network.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:center\"><a href=\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/resources\/minggu-perdamaian-2022-bahan-ibadah\"><img decoding=\"async\" alt=\"Minggu Perdamaian 2022 \u2013 Bahan Ibadah\" height=\"100\" data-src=\"\/sites\/default\/files\/website_files_2020\/ps22in.jpg\" width=\"417\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 417px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 417\/100;\"><\/a><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"font-size:12px\">1. David Bosch, Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission (Maryknoll: Orbis Books, 2004), 298.<br \/>\n2 David Bosch, Transforming Mission, 299.<br \/>\n3 Kelly Brown Douglas, Stand Your Ground: Black Bodies and the Justice of God (Maryknoll: Orbis Books, 2015), 10.<br \/>\n4 Kelly Brown Douglas, Stand Your Ground, 10.<br \/>\n5 Douglas R. A. Hare, Matthew: Interpretation (Louisville, Kentucky: Westminster John Knox Press, 1993), 44.<br \/>\n6 Douglas R. A. Hare, Matthew, 44.<br \/>\n7 Douglas R. A. Hare, Matthew, 44.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab: Matius 5:3-20&nbsp; Pada bulan Juni tahun 1981, keluarga kami pindah ke Cochabamba, Bolivia, di mana orang tua saya bertugas untuk mengajar di salah satu seminari Baptis dimana institusi ini menginginkan lebih banyak masukan dari Anabaptis seperti ayah saya.&nbsp; Saat kami tiba di sana, Bolivia berada di titik yang sangat penuh riak dalam sejarah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"network":[1257],"eventcategory":[],"class_list":["post-99480","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized-id","network-peace-commission-id"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bacaan Alkitab: Matius 5:3-20&nbsp; Pada bulan Juni tahun 1981, keluarga kami pindah ke Cochabamba, Bolivia, di mana orang tua saya bertugas untuk mengajar di salah satu seminari Baptis dimana institusi ini menginginkan lebih banyak masukan dari Anabaptis seperti ayah saya.&nbsp; Saat kami tiba di sana, Bolivia berada di titik yang sangat penuh riak dalam sejarah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mennonite World Conference\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/MennoniteWorldConference\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-26T00:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-16T02:27:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mennworldcon\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\"},\"author\":{\"name\":\"mennworldcon\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/person\/11f6ae0d7d1868ba20a1cc27f067c836\"},\"headline\":\"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan\",\"datePublished\":\"2022-08-26T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-16T02:27:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\"},\"wordCount\":1411,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\",\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\",\"name\":\"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-26T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-16T02:27:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/homepage\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/\",\"name\":\"Mennonite World Conference\",\"description\":\"A communion of Anabaptist-related churches\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization\"},\"alternateName\":\"MWC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization\",\"name\":\"Mennonite World Conference\",\"alternateName\":\"MWC\",\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/MWC_Sig_Blue_Horiz_webheader1-logo.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/MWC_Sig_Blue_Horiz_webheader1-logo.svg\",\"width\":786,\"height\":82,\"caption\":\"Mennonite World Conference\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/MennoniteWorldConference\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/mennonite-world-conference-mwc\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/mwcmm\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/mwccmm\",\"https:\/\/bsky.app\/profile\/mwcmm.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/person\/11f6ae0d7d1868ba20a1cc27f067c836\",\"name\":\"mennworldcon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mennworldcon\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/mwc-cmm.org\"],\"url\":\"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/author\/mennworldcon\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference","og_description":"Bacaan Alkitab: Matius 5:3-20&nbsp; Pada bulan Juni tahun 1981, keluarga kami pindah ke Cochabamba, Bolivia, di mana orang tua saya bertugas untuk mengajar di salah satu seminari Baptis dimana institusi ini menginginkan lebih banyak masukan dari Anabaptis seperti ayah saya.&nbsp; Saat kami tiba di sana, Bolivia berada di titik yang sangat penuh riak dalam sejarah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/","og_site_name":"Mennonite World Conference","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/MennoniteWorldConference","article_published_time":"2022-08-26T00:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-16T02:27:54+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"mennworldcon","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/"},"author":{"name":"mennworldcon","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/person\/11f6ae0d7d1868ba20a1cc27f067c836"},"headline":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan","datePublished":"2022-08-26T00:00:00+00:00","dateModified":"2024-12-16T02:27:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/"},"wordCount":1411,"publisher":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/","url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/","name":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan - Mennonite World Conference","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg","datePublished":"2022-08-26T00:00:00+00:00","dateModified":"2024-12-16T02:27:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#primaryimage","url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/52311721758_d6b6f7d1cf_c.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/pesan-yesus-tentang-ketangguhan-dan-pembebasan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesan Yesus tentang ketangguhan dan pembebasan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#website","url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/","name":"Mennonite World Conference","description":"A communion of Anabaptist-related churches","publisher":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization"},"alternateName":"MWC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#organization","name":"Mennonite World Conference","alternateName":"MWC","url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/MWC_Sig_Blue_Horiz_webheader1-logo.svg","contentUrl":"https:\/\/mwc-cmm.org\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/MWC_Sig_Blue_Horiz_webheader1-logo.svg","width":786,"height":82,"caption":"Mennonite World Conference"},"image":{"@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/MennoniteWorldConference","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/mennonite-world-conference-mwc\/","https:\/\/www.instagram.com\/mwcmm\/","https:\/\/www.youtube.com\/user\/mwccmm","https:\/\/bsky.app\/profile\/mwcmm.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mwc-cmm.org\/en\/#\/schema\/person\/11f6ae0d7d1868ba20a1cc27f067c836","name":"mennworldcon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06fdc0dc81c157dfdb82ec42f252178a22307808988d22c043f9eb96f1e0fe80?s=96&d=mm&r=g","caption":"mennworldcon"},"sameAs":["https:\/\/mwc-cmm.org"],"url":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/stories\/author\/mennworldcon\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99480\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99480"},{"taxonomy":"network","embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/network?post=99480"},{"taxonomy":"eventcategory","embeddable":true,"href":"https:\/\/mwc-cmm.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/eventcategory?post=99480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}